Acara yang berlangsung di Andalucia Hall, Menara 165, Jakarta pada Sabtu, 13 Desember 2025 ini, mencapai puncaknya melalui Inspirational Talkshow bertajuk “Indonesia Emas 2045: Youth, Talent & Economic Transformation” yang menghadirkan tokoh nasional, Dr. Ferry Juliantono (Menteri Koperasi Republik Indonesia) dan Dr. (H.C) Ary Ginanjar Agustian (Founder ESQ dan Universitas Ary Ginanjar).
Dalam sesi talkshow yang penuh inspirasi, Dr. Ferry Juliantono dan Destry Anna Sari (Deputi Bidang Pengembangan Talenta dan Daya Saing Koperasi Kemenkop) memaparkan visi strategis Koperasi Merah Putih yang kini menjadi Gerakan Nasional.
Destry Anna Sari menekankan bahwa semangat kewirausahaan harus diterapkan secara serius, bahkan di tingkat panitia sekalipun.
Ia berharap, "Acara dan panitia Bright Society Fest ini emang keren. Ini bisa dijadikan perusahaan beneran biar kalau ada EO tuh punya kualitas gitu." Kualitas ini didorong oleh nilai-nilai yang dipegang dan dipupuk berdasarkan masing-masing individu.
Setelah apresiasi panitianya, tema yang diangkat pun menarik bagi Destry Anna Sari. Ia menjelaskan bahwa inti dari gerakan nasional adalah menjadikan Koperasi Merah Putih sebagai Grand Why bangsa, yang tujuannya adalah kedaulatan ekonomi sejati, di mana, "Kita bisa punya apa saja yang kita punya, itu punya kita sendiri. Bukan numpang."
Ada peringatan bagi generasi muda: "Kalian akan jadi kuli, kalian akan jadi tukang numpang di negeri kalian sendiri kalau tidak berpikir besar." Visi ini, atau grand why ini, sudah diajarkan, dan ia menegaskan, "Benar-benar, saya titipkan ini. Karena generasi yang seperti inilah (mahasiswa Universitas Ary Ginanjar) yang kita butuhkan."
"Sangat banyak hal yang kita bisa kerjakan sama-sama. Karena kita tidak hanya berbicara konsep. Tetapi kita mau menghasilkan itu, menuju itu, mengerjakan itu." Oleh karena itu, ia mendorong, "Mari kita langsung kerjakan saja apa yang kita bisa."
Ia mengusulkan agar nilai-nilai koperasi yang sudah tertanam di alumni UAG dapat diimplementasikan langsung, seperti melalui penugasan satu semester di koperasi untuk mencari bentuk bisnis berskala ekonomi, sehingga tercipta jaringan usaha antar koperasi yang berskala besar.
Harapannya, Koperasi Desa Merah Putih dapat menjadi alat untuk kesejahteraan dan ia menyatakan, "Ini bukan program tapi memang ini adalah gerakan nasional." Pesannya singkat dan lugas mengenai implementasi: "Jangan ributin anggarannya dari mana karena kerja aja belum, mulai aja dulu."
Terakhir, ia menutup dengan menegaskan peran sentral SDM. Kunci keberhasilan ada pada "Manusianya, pelakunya itu menjadi yang paling penting." Sesuai harapan Presiden untuk pemerataan ekonomi dan kedaulatan, ia menyimpulkan bahwa generasi muda harus mengambil peran.





