Senin, H / 02 Februari 2026

Baznas & Dinas Pendidikan Jabar Berikan Training ESQ 3.0 Coaching untuk Para Guru BK (SMA, SMK, SLB)

Selasa 25 Jul 2023 22:35 WIB

Reporter :EDQP

Tangkapan Layar

Foto: dok. ESQ


ESQNews.id, JAKARTA - Dalam rangka merayakan ulang tahun Provinsi Jawa Barat ke-78, Baznas (Badan Amil Zakat Nasional) bekerja sama dengan Dinas Pendidikan Provinsi Jawa Barat memberikan Training ESQ 3.0 Coaching  dengan sertifikasi BNSP pertama kepada pendidik di Jawa Barat.


“Menata kembali anak-anak kita untuk menjadi generasi emas 2045.” Ujar Rachmat Kusumanto selaku Wakil Ketua I Baznas Jawa Barat saat membuka seminar yang dilaksanakan secara online mengenai pengenalan Training ESQ 3.0 Coaching pada hari Selasa, 25 Juli 2023 di media zoom.




Dari Disdik Provinsi Jawa Barat (Sekdis) yakni Yesa Sarwedi juga memberikan sambutan kepada puluhan guru BK yang hadir sebagai peserta dalam seminar online.


“Peran guru BK yang bermaslahat bagi kita semua, peran yang amat strategis bagaimana memberikan bantuan bimbingan kepada peserta didik serta mendukung untuk meningkatkan karakter, kemampuan dari masing-masing peserta didik.”



Yesa juga melanjutkan bahwasannya guru BK dapat berfungsi sebagai coach yang memberikan arahan supaya siswa tidak kehilangan arah melalui komunikasi asertif.


Ditambah dengan kemampuan melalui pembelajaran Training ESQ 3.0 Coaching, guru BK akan semakin paham mengenai pentingnya kecerdasan spiritual dan emosional bagi peserta didik.



Proses pemberian training coaching kepada 78 guru BK akan melalui seleksi mulai dari terlihat seberapa aktif dalam seminar online yang diadakan, kemudian akan diseleksi kembali 35 guru BK yang akan terpilih untuk mendapatkan sertifikasi BNSP.


Melihat tantangan pada masa ini, guru BK merasakan efek dari media sosial banyak memberikan dampak bagi peserta didik. Mulai dari kewalahan membentuk adab dan akhlak, pembentukan karakter, bahkan hingga semua materi kurikulum sudah tersedia di internet sehingga peserta didik mudah saja mengetahui pembelajaran tanpa hadirnya guru.





Dengan banyaknya tantangan dunia pendidikan saat ini yang mana materi kurikulum sudah tersedia di internet menyebabkan gen z dan post z sudah melek teknologi dan informasi sehingga membutuhkan kreativitas, inovasi, dan berpikir kritis.


Terlebih dengan pendidikan yang belum menyentuh aspek manusia secara utuh, hanya mengandalkan intelektual saja, disertakan metodologi guru mengajar masih konvensional. Dari itu, tenaga pendidik harus jauh lebih kreatif, menyentuh aspek manusia dari segi emosional dan spiritual.


“Maka kita menjadi penting memiliki tujuan pelatihan ESQ Coaching untuk mengajar dengan metode yang tidak konvensional. Seperti tujuan Baznas yakni menciptakan muzakki yang berakhlak dan meneruskan Indonesia menjadi negara dermawan.” Tutur Coach Risman, pengisi seminar dan sebagai certified coach & trainer lisensi Dr. (H.C) Ary Ginanjar Agustian.


Harapannya dengan guru BK mengikuti pelatihan coaching akan mampu menggali potensi murid, mengembangkan dimensi manusia secara utuh baik dari kecerdasan intelektual, kecerdasan emosional, dan kecerdasan spiritual.





Juga guru mampu menghasilkan keluaran pendidikan yang memiliki kepemimpinan (leadership), kemandirian, kreativitas, dan daya saing global.


“Untuk mendapati hal tersebut, perlu metode-metode mengembangkan manusia. Salah satunya dengan cara enabling yang fokus mengenal kekuatan, mendorong pertumbuhan, memberdayakan, memberikan kesempatan mengambil resiko, mengoptimalkan kekuatan dan gaya tiap orang.


Yang paling enabling adalah coach.”

Mengenali coaching yakni proses kemitraan dengan coachee untuk memprovokasi proses berpikir coachee secara kreatif dan menginspirasi untuk memaksimalkan potensi dan performance coachee melalui partnering (saling percaya), creative thinking (pertanyaan), maximizing (komitmen).


Jadi tidak sekedar menjadi guru, tapi teacher as a coach. Dengan prinsip coaching yakni asking, listening, provoking, empathy, dan exploring.


“Dengan proses listening, asking, response akan berputar. Kualitas mendengarkan mempengaruhi kualitas pertanyaan, kualitas pertanyaan mempengaruhi kualitas jawaban.” Coach Risman menutup dengan video impact dari coaching yang dilakukan oleh Ary Ginanjar selaku Founder ESQ Group kepada salah satu peserta dari perusahaan besar.



“Manusia bukan ember yang harus diisi, manusia adalah api yang harus dinyalakan.”


Dapatkan Update Berita

BERITA LAINNYA