Senin, H / 02 Februari 2026

Bagikan Resep 4 Sehat 5 Sempurna, Inilah Rahasia Dapur Milik Pemkab Kudus yang Juarai BerAKHLAK Kategori Berorientasi Pelayanan

Sabtu 17 Jun 2023 10:22 WIB

Reporter :EDQP

Tangkapan Layar

Foto: dok. ESQ

ESQNews.id, JAKARTA - Berdasarkan hasil survey BerAKHLAK nasional yang dilakukan oleh ACT Consulting International yang bekerjasama dengan KemenPANRB, pada jumat, 16 Juni 2023 memberikan piala kepada Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Kudus sebagai juara satu pemerintah kabupaten dengan indeks implementasi “Berorientasi Pelayanan”  dari 281 kabupaten se-Indonesia.


Penyerahan piala ini dilaksanakan langsung di lantai 24, Menara 165, Jakarta Selatan bersama dengan Founder ACT Consulting International, Ary Ginanjar kepada Bupati Kudus yakni M. Hartopo, didampingi oleh kepala bagian organisasi, Teguh dan kepala bagian protokoler, Rois.


“Sangat luar biasa, terima kasih sekali. Survey ini dilaksanakan secara diam-diam dan kami mendapatkan juara satu BerAKHLAK.


Karena orientasi pada AKHLAK, basic dari kabupaten kita adalah kabupaten yang religius serta kota santri. Nah, sudah saatnya berbanding lurus nama kota kita dan SDM yang ada terutama ASN.” Ujar Hartopo dalam sesi wawancara eksklusifnya dengan ESQ Media.


Dilanjutkan dengan pernyataan bahwa menurut Hartopo, AKHLAK adalah untuk diri sendiri selain untuk lingkungan dan orang lain. Sehingga, perlu implementasi ke dalam diri sebelum mengeluarkannya kepada lingkungan serta orang lain.


Bupati Kabupaten Kudus juga berharap bahwasannya penghargaan Juara 1 Pemerintah Kabupaten dengan Indeks Implementasi “Berorientasi Pelayanan” ini bisa terus menginspirasi supaya meningkatkan lagi menjadi nomor 1 dari 500 lebih kabupaten, bukan hanya 281 kabupaten. 



Penghargaan yang diberikan oleh ACT Consulting International berdasarkan hasil survey Kabupaten Kudus ini dinyatakan oleh Hartono sejalan dengan apa yang terjadi di lapangan. Karena ASN selalu diingatkan bahwasannya bupati adalah pelayan masyarakat, dan ASN ini bagian dari panjangnya bupati, sehingga bersama-sama untuk melayani masyarakat baik itu dalam kesehatan maupun birokrasi secara umum dengan sabar dan ikhlas.


“Kita sebagai abdi negara tidak bisa berorientasi kemana-mana selain melayani masyarakat dengan ikhlas dan sabar.” Tambah bupati Kudus tersebut.


Hal ini terlihat dalam ukuran kesehatan budaya implementasi indeks BerAKHLAK, bahwa Berorientasi Pelayanan milik Kabupaten Kudus sebesar 71,5% yang lebih besar dibanding rata-rata kabupaten lainnya. 


<more>


Presentasi yang cukup baik menilai bahwa pegawai Kabupaten Kudus sudah mengimplementasikan nilai-nilai BerAKHLAK terutama Berorientasi Pelayanan dalam perilaku kerja sehari-hari dengan baik.


Bagaimana turunan nilai dari perilaku Berorientasi Pelayanan ini Kabupaten Kudus dikatakan dapat melakukan perbaikan yang berkelanjutan, solutif, dapat diandalkan, berorientasi pada kepuasan pelanggan, melayani sepenuh hati, dan ramah.


“Ini berkaitan dengan 4 sehat 5 sempurna. 4 sehatnya disiplin, loyal, kerja keras, dan jujur. Barulah 5 sempurnanya, disempurnakan dengan pintar. Kita tidak butuh orang pintar kalau tidak punya 4 sehatnya. Karena pintar hanya menyempurnakan saja.” Hartopo membagikan resepnya.


Bagi Hartopo, jujur adalah bentuk komitmen, loyal adalah mengenai bagaimana mengerjakan sesuatu seperti milik sendiri jadi memberikan yang terbaik, disiplin, dan kerja keras bentuk dari komitmen terhadap amanah yang diembannya.


4 sehat ini disempurnakan dengan pintar, sehingga dapat menjadi 4 sehat 5 sempurna bagi ASN Kabupaten Kudus. Yang dicari dalam fokusnya adalah 4 sehat saja, ASN harus memiliki 4 sehat dibanding 1 pintar yang tinggal menyempurnakannya saja.



“Kalau dilihat dari mekanisme misteri penilaian, tim ESQ ini miliki integritas luar biasa. Penilaian ini diadakan tanpa sepengetahuan kami sehingga tidak ada lobi-melobi untuk nilai bagus kan.” ungkap Hartopo terhadap penilaian BerAKHLAK ini.


Melihat dari hasil nilai BerAKHLAK, Hartopo menyatakan bahwa siap diingatkan terus jika ada yang masih kurang dalam BerAKHLAK terutama dalam Harmonis dan Adaptif. Sehingga inilah yang akan menjadi perbaikan dalam masa mendatang.


“Akan kami evaluasi terus dengan teman-teman ASN. kita juga akan meningkatkan komitmen diri.” tutup Hartopo.


Wawancara secara eksklusif disertai dengan sharing mengenai kehidupan Bupati Kudus di lantai 24, menara 165 selama kurang lebih 1 jam, Ary Ginanjar menyimpulkan bahwa prinsip yang dijalankan oleh Bupati Kudus ini bukan hanya kecerdasan intelektual.



“Kecerdasan intelektual diletakkan paling akhir, yaitu pintar. Yang diutamakan adalah kejujuran, disiplin, tanggung jawab, loyal. Ini sejalan dengan misi BerAKHLAK dan misi yang senantiasa ESQ ajarkan yakni kecerdasan spiritual terlebih dahulu, kemudian emosional moral, dan baru pada akhirnya adalah intelektual.” Jelas Ary Ginanjar.


Ary juga terkesan dengan perjalanan hidup Bupati Kudus tersebut secara pribadi dari SD sampai saat ini yang dibagikan dalam 1 jam perbincangan.


“Sebuah pembentukan karakter yang istimewa, sehingga saya kira beliau layak untuk mendapatkan penghargaan yang sangat istimewa ini.”



Dapatkan Update Berita

BERITA LAINNYA