Lagi dan lagi sampah menjadi perbincangan hangat setiap saat. Apalagi sampah di Ibu Kota ini, akankah Jakarta menjadi lautan sampah?
ESQNews.id, JAKARTA – Setiap perbuatan pasti ada sebab dan akibatnya. Terjadinya banjir ialah salah satu penyebab dari sampah yang menggunung. Sampah membuat lingkungan kita tercemar dan tidak sehat, sumber dari wabah penyakit.
Mengenai sampah, akun @jktinfo (30/7) mem-posting foto genangan sampah setinggi dada orang dewasa. Tepatnya di aliran Kali SentiongTimah Kecamatan Johar Baru, Jakarta Pusat.
Terlihat dari foto tersebut, mayoritas adalah sampah plastik (non organik). Untuk menghindari akibat tersebut, kita harus saling bekerja sama.
Tak hanya sekedar pemerintah saja yang mengurus program sampah. Mengandalkan pemulung atau orang pembersih sampah.

- Nasib Indonesia Mendatang akan Jadi Lautan Sampah
- Investasi Sampah untuk Pergi Haji
Namun mulailah dari diri yang sadar akan lingkungan, menciptakan lingkungan sehat.
Contohnya dengan memisahkan tempat sampah organik dan non organik di dalam rumah kita, tidak membuang sampah sembarangan (perlu diingatkan berkali kali hingga jenuh dan bosan). Toh demi kebaikan bersama juga kan?

- Indonesia Diperkirakan Hasilkan Sampah Sebanyak 66-67 Juta Ton pada 2019
- Proyek 'Zero Waste Blue', Gerakan Nol Sampah Laut yang Menyebar ke Seluruh Negeri
Mengurangi penggunaan kantong plastik (berbahan plastik lainnya). Seperti yang sudah diterapkan oleh beberapa minimarket maupun warung di wilayah Kota Bogor.
“Aku memisahkan sampah organik dan non organik. Lalu ku kumpulkan dalam tasku, karena saat itu tak ada tempat sampah di sekitarku. Pas ada tempat sampah, aku membuangnya sesuai jenis sampah tersebut. Aku melakukan ini, dimulai dari diri sendiri demi lingkunganku dan mencontoh dari negara Jerman,” papar salah satu mahasiswa IPB, Bogor.