ESQNews.id, JAKARTA - Allah SWT berfirman: Katakanlah: Allah adalah Pencipta segala sesuatu dan Dia-lah Tuhan Yang Maha Esa lagi Maha Perkasa.” (TQS. Ar Ra’d :16)
Adapun penjelasannya sebagai berikut:
1) Allah SWT memiliki sifat wujud yang berarti ada. Maksudnya adalah bahwa Allah SWT ada dengan zat-Nya sendiri, dan Allah ada bukan karena ada yang mengadakan atau yang menciptakan.
2) Allah Maha Pencipta segala sesuatu, berarti Allah menciptakan dari sesuatu yang tidak ada menjadi ada. “Allah menciptakan sesuatu dari tidak ada 0 (nol) menjadi ada, terserah kepada Allah SWT apa wujudnya.
3) Secara matematika dapat dirumuskan: ∞ x 0 = a atau b atau c, artinya ∞ adalah tidak terhingga, melambangkan Allah Yang Maha Kuasa atau Maha Perkasa, yang tidak terhingga kekuasaan atau keperkasaan-Nya hanya dengan mengatakan “kun” maka jadilah ciptaan yang dikehendaki-Nya.
4) Secara fitrah, setiap manusia meyakini keberadaan wujud Allah. Di samping itu melalui firman-firman-Nya Allah mengajak manusia untuk berfikir tentang penciptaan-Nya.
Allah yang kita yakini adalah Dia yang Esa yang tidak ada sekutu bagi-Nya. Esa dari segi dzat, sifat, dan juga dari segi aturan dan hukum.
“Katakanlah: Dia-lah Allah, Yang Maha Esa. Allah adalah Tuhan yang bergantung kepada-Nya segala sesuatu. Dia tidak beranak dan tiada pula diperanakkan, dan tidak ada seorang pun yang setara dengan Dia.” (QS. Al Ikhlash, 112:1-4)
Wallahualam bishawab
Bahan bacaan:
https://qardhanhasana.sch.id/berita/detail/allah-swt-ada-dengan-sendirinya
ONE DAY ONE HADITS Oleh: Ridwan S.




