ESQNews.id, MAJALENGKA — Kawasan wisata Paralayang Gunung Panten di Desa Sidamukti, Kecamatan Majalengka, tergolong mudah dijangkau bagi wisatawan.
Jaraknya cukup dekat dari pusat kota atau Bundaran Munjul, dengan waktu tempuh sekitar 10 sampai 15 menit menggunakan kendaraan pribadi.
Perjalanan menuju lokasi ini memiliki karakter jalur khas perbukitan. Setelah melewati area pemukiman, kontur jalan perlahan mulai menanjak dan berkelok.
Pemandangan di sepanjang rute tersebut diisi oleh deretan pohon mangga milik warga yang tumbuh di sisi kiri dan kanan jalan. Keberadaan pepohonan ini memberikan suasana teduh, sehingga udara terasa lebih sejuk bagi pengendara yang melintas.
Kondisi jalan utama menuju Gunung Panten sudah beraspal, namun pengemudi tetap harus berhati-hati. Permukaan aspal tidak sepenuhnya mulus karena terdapat retakan dan lubang di beberapa titik.
Selain itu, lebar jalan terbilang sempit. Pengendara mobil seringkali harus melambat atau sedikit menepi ke bahu jalan saat berpapasan dengan kendaraan lain dari arah depan.
Hambatan lain yang perlu diperhatikan adalah keberadaan polisi tidur di sepanjang jalan pemukiman sebelum masuk ke area tanjakan.
Jumlahnya cukup banyak dengan jarak yang berdekatan. Kondisi ini memaksa pengendara untuk menahan laju kendaraan dan berkendara perlahan demi menjaga kenyamanan penumpang selama melintas.
Sebelum tiba di puncak, terdapat percabangan jalan dengan petunjuk arah yang membedakan jalur ke Curug Sempong dan ke area landasan Paralayang.
Pengunjung juga akan melewati pos retribusi warga di bagian bawah sebelum akhirnya sampai di loket tiket resmi di gerbang masuk wisata Gunung Panten. [infomjlk]





