Bahasa tubuh mereka yang agresif umumnya terkesan mengancam, misalnya dengan menatap secara berlebihan. Mereka sering menyerang ruang “ruang pribadi” dengan mendesak, membuat orang lain tidak nyaman dan memaksa orang lain mundur. Mereka sering bicara sambil menggerak-gerakan tangan, menghentak-hentakan kaki, dan menuding-nuding. Mereka juga sering menampilkan tubuh secara frontal sehingga terasa sangat mengancam. Mendekat sampai ke wajah juga isyarat intimidasi yang lain.
Sikap agresif adalah sikap membela diri sendiri dengan cara melanggar hak orang lain. Perilaku agresif sering bersifat menghukum, kasar, menyalahkan, atau menuntut. Hal ini termasuk mengancam, melakukan kontak fisik, berkata-kata kasar, komentar menyakitkan dan juga menjelek-jelekkan orang lain di belakang.
Dengan demikian, tidak sulit membayangkan bahwa orang yang berperilaku demikian ini akan memicu banyak musuh. Manajer yang menggunakan gaya agresif dalam memimpin anak buah, akan menerima respon negatif dari anak buah. Tidak ada orang yang senang mendapat perlakuan demikian. Bagaimanapun, dari sisi orang yang memperlakukan orang lain seperti itu, juga akan mengalami rasa bersalah dan kesal sesudahnya.
Menangani perilaku agresif
Gunakan keterampilan asertof
Tegaskan emosi-emosi mereka
Gunakan keterampilan mendengar aktif (active listening)
Tenangkan dan tuntun mereka
Bantu mereka agar tetap tenang
Jangan memandang masalah secara pribadi
Gunakan postur, nada suara, dan ekspresi wajah netral
Pertahankan kontak mata, tapi jangan mencoba mengadu tatapan mata agar mereka tunduk atau melengos.
Gaya Pasif
Istilah alternatif untuk prilaku pasif adalah penurut, suka mengalah, dan lembek. Kepedulian utama mereka adalah menghindari konflik, dan mereka tidak akan membela diri sendiri jika suatu konfrontasi tak terelakan. Mereka bertindak berdasarkan flasafah “Saya kalah, Anda menang”. Mereka sering tidak menyadari hak-hak mereka sendiri dan jika sadarpun cenderung mengabaikannya. Mereka kurang dalam hal kepercayaan diri dan harga diri.
Mereka berbicara dengan nada lebih rendah dan lebih lunak, dan sering kali tertinggal dalam percakapan. Bertentangan dengan orang-orang agresif, orang pasif berusaha tampak lebih kecil daripada sebenarnya. Mereka menunduk karena berusaha menghindari kontak mata.
Ketika menghadapi situasi yang sulit, orang pasif memilih untuk menuruti saja apa pun respon orang lain. Ketika rekan kerjanya menolak untuk ambil bagian dalam pekerjaan yang bertumpuk, yang seharusnya menjadi tanggung jawab bersama, orang pasif memilih untuk diam meskipun hatinya jengkel. Untuk menumpahkan kejengkelannya, mungkin saja ia menangis atau malas bicara.
Menangani prilaku pasif
Bangun empati
bersabarlah
Tawarkan dukungan
Gunakan keterampilan coaching untuk membuat
mereka mengutarakan isi hati
Biaran kedua belah pihak berdiam diri dala perckapan
Ajukan pertanyaan terbuka
Perhatikan respons nonverbal
Bersiap tegas dan tabah
<<< Sebelumnya Selanjutnya >>>





