Gaya Asertif
Pada penelitian di Amerika,
dikatakan bahwa perilaku agresif adalah animal behavior sedangkan
asertif adalah human behavior. Keterampilan bertindak asertif adalah keterampilan untuk
menyampaikan pikiran, perasaan dan kebutuhan pribadi dan menerima pikiran orang
lain secara jujur dan terbuka tanpa mengabaikan kebutuhan dan hak-hak pribadi
maupun orang lain. Penelitian yang pernah dilakukan membuktikan bahwa
keterampilan ini dapat membantu karyawan dalam menyelesaikan konflik, mendorong
iklim keterbukaan dan membuat organisasi lebih cepat mencapai tujuannya dengan
komunikasi yang efisien, jujur dan saling menghargai.
Bila pada gaya agresif individu mau menang sendiri, pada gaya pasif individu menempatkan diri sebagai orang yang kalah, maka perilaku asertif adalah posisi menang-menang untuk kedua belah pihak.
Perilaku asertif juga merupakan bentuk pemecahan masalah (problem solving). Ciri khas dari pemecahan masalah yang asertif adalah negosiasi. Jika diletakkan pada sebuah garis, asertif berada diantara agresif dan pasif. Berlaku asertif dapat ditunjukkan dengan mengomunikasikan kebutuhan, keinginan, perasaan atau opini Anda kepada orang lain dengan cara langsung dan jujur tanpa maksud untuk menyakiti perasaan siapa pun. Kemampuan untuk bersikap asertif ini sangat penting dimiliki sejak dini, karena hal ini akan membantu seseorang untuk bersikap tepat menghadapi situasi di mana hak-hak pribadi dilanggar.
Kini banyak bermunculan pelatihan sikap asertif. Pelatihan asertif adalah bagian dari terapi behavioral dan telah digunakan selama bertahun-tahun untuk membantu mereka yang “biasanya tidak mampu membela hak-hak mereka” atau “yang biasanya bereaksi berlebihan dengan sangat gusar” karena pelecehan, baik nyata maupun khayalan dari orang lain (Kroger, 1963, hal 171).
Orang asertif kecil kemungkinannya akan bereaksi berlebihan dalam menghadapi konflik. Dengan demikian mereka memegang kendali dan kekuasaan. Mereka juga dihormati dan biasanya dipandang percaya diri dan otoritatif. Mereka kecil kemungkinan dijadikan sasaran, dipermainkan atau diganggu.





