ESQNews.id, JAKARTA – Menjadi juara pasti selalu ada dalam
benak hati para insan manusia. Mendapatkan penghargaan, meraih kemenangan
membuat hati gembira. Dengan mental, fisik, tekad yang kuat juga maksimal,
dibarengi dengan usaha dan doa akan menghasilkan prestasi gemilang.
Ary Ginanjar Agustian sosok seorang tokoh mantan atlit peraih medali perak PON XII, dan PON XIII cabang olah raga karate, dan juga pernah meraih medali perunggu kejuaraan Dunia Samurai Battodo di Yokohama Jepang tahu 2008, memberikan sharing atas kisah keberhasilannya di IGnya pada (29/11).
Sang Founder ESQ 165 ini sadar dan paham bahwa masalah utama atlit adalah MENTAL. Betul?

<more>
Ada 3 hal yang sering kita alami:
- Tekanan mental sebelum tampil
- Tekanan mental selama tampil
- Tekanan mental setelah tampil

- Pada saat sebelum bertanding. Kamu harus lakukan 3 hal:
. Visualisasi juara
. Affirmasi juara
. Feeling juara
Tanamkan tiga ini hingga kita sudah juara sebelum juara. - Selama bertanding, lakukan tiga hal:
. Akses memory "spotify" ketika diri dalam leadaan terbaik.
. Gandakan feeling itu 7 X.
. Anchor, tanam di dada. Tepuk! - Setelah bertanding, lakukan dua hal:
. Kalau tertinggal? Tetap kepala tegak, sikap tubuh tetap optimis menatap ke depan, jangan lihat ke bawah. Seperti Ronaldo dan Michael Jordan, atau seperti Nabi Muhammad berjalan seperti menuruni bukit.
. Kalau menang? Jangan eforia atau mabuk kemenangan, kembalikan kepada Allah, bertaubat dan lakukan sujud syukur. Supaya tetap menang dan menang.




