ESQNews.id, JAKARTA - Mengapa sering panik, padahal rezeki sudah diatur?
Cemas, membandingkan diri, takut tertinggal, takut kekurangan. Seolah-olah semua harus segera diraih sekarang juga.
Padahal setiap orang memiliki waktunya masing-masing.
Seperti menunggu kereta. Ia tidak datang lebih cepat hanya karena penumpangnya gelisah.
Rezeki dan ujian telah ditetapkan bahkan sebelum manusia dilahirkan.
Yang sering melelahkan bukan takdirnya, tetapi pikiran yang ingin mendahului ketentuan-Nya.
Puasa melatih untuk menunggu tanpa panik, percaya tanpa mendesak.
Yang perlu dilatih bukan mempercepat takdir, melainkan menenangkan hati.
Tenanglah. Apa yang sudah ditetapkan untukmu tidak akan pernah melewatimu.
