Mabrur bukanlah jabatan
atau titel bagi mereka yang sudah melaksanakan rukun Islam kelima ini. Sebab,
tak semua jemaah bisa menggapainya.
ESQNews.id, JAKARTA – Haji adalah penyempurna rukun Islam yang kelima/terakhir. Semua Muslim yang melaksanakan ibadah haji tentu memiliki impian agar ibadahnya mabrur. Sebab, haji mabrur bukanlah sekadar ibadah yang sah karena telah gugur kewajibannya. Yang dimaksud dengan mabrur adalah ibadah yang diterima oleh Allah SWT.
Rasulullah SAW bahkan pernah bersabda bahwa “Haji yang Mabrur tidak ada balasannya melainkan surga”.

<more>
Mabrur juga tidak bisa dilihat melalui wujud fisik seseorang setelah kembali dari tanah suci. Tanda haji mabrur baru bisa tampak dari sifat-sifat yang dimiliki jemaah setelah pulang bertamu dari rumah Allah SWT.
Hal ini disebutkan oleh Ibnu ‘Abdil Barr dalam At Tamhid (22: 39). Beliau mengatakan haji mabrur adalah haji yang tidak ada riya’ (ingin dipandang orang lain), tidak sum’ah (ingin didengar orang lain), tidak ada rofats (kata-kata kotor di dalamnya), tidak melakukan kefasikan, dan berhaji dengan harta halal.
Ini dia beberapa tanda haji mabrur, di antaranya:
- Senantiasa Menjauhi
Maksiat
Tanda haji mabrur yang paling mudah kita lihat adalah sifat jemaah yang menjadi lebih baik lagi. Ia senantiasa menjauhi maksiat dan dosa sepulangnya dari tanah suci. Ia pun selalu melakukan sesuatu berdasarkan syariat. - Bersikap Tawadhu dan
Lemah Lembut
Dalam kehidupan sehari-hari, seorang jemaah yang mabrur hajinya akan selalu bersikap tawadhu dan lemah lembut dalam kesehariannya. Ia tidak akan merasa lebih baik dari orang lain karena sifat rendah hati yang dimilikinya. - Istiqamah pada Ketaatan
Ketika sudah kembali dari tanah suci, dia akan pulang dalam keadaan bertaubat. Jemaah dengan haji yang mabrur pun akan selalu berusaha istiqamah dalam ketaatan.
Hal ini tentu juga ingin Sahabat ESQ dapatkan ketika pulang dari ibadah haji nanti kan? Semoga impian mulia itu bisa tercapai ya Sahabat ESQ. Amiin ya Rabbalalamin.




