Senin, H / 02 Februari 2026

Tadabur Surah Al-Qadar

Kamis 28 Apr 2022 11:10 WIB

Reporter :EDQP

Ilustrasi

Foto: muslimobsession.com

LAILATUL QADAR


Oleh: Mushlihin (Guru dan Penulis di Lamongan)


ESQNews.id, JAKARTA - Lailatul Qadar sering dikenal dengan istilah “Malam Seribu Bulan." Malam Lailatul Qadar ada di bulan Ramadan, namun hari dan tanggalnya tidak disebutkan. Tujuannya, agar kita memperoleh seluruh kemuliaannya. Salah satunya dengan tadarus Al-Qur’an. Adalah tidak merugi orang yang selalu membaca kitab Allah.


Cara lainnya yaitu dengan berpuasa. Pahala puasa yang telah dijanjikan Allah amat besar. Bahkan, seorang istri yang menjalankan puasa Ramadan dipersilakan masuk surga dari pintu mana saja yang dikehendaki.


Adapun tentang keagungan dan kemuliaan Lailatul Qadar terdapat dalam surah Al-Qadar. Surah ke-97 ini diturunkan di Mekkah sesudah surah Abasa. Surah Al-Qadar yang berarti kemuliaan ini terdiri dari 5 ayat. Berikut sekilas ulasannya:


Pertama, Inna anzalnahu fi lailatil qadri. Sesungguhnya Kami telah turunkan Al-Qur’an pada malam Qadar. Artinya, malam kemuliaan, karena permulaan diturunkan Al-Qur’an dari Lauh Mahfudz kepada Nabi Muhammad.


Kedua, Wama adraka ma lailatul qadri. Dan tahukah kamu apa itu malam kemuliaan? Tahukah kamu kebaikan dan berkah yang ada di dalam malam itu? Ayat tersebut menggugah kesadaran kita supaya mencari tahu tentang kemuliaan dan kebaikan Lailatul Qadar, lalu berusaha menggapainya.


Ketiga, Lailatul qadri khairum min alfi syahrin. Malam kemuliaan itu lebih baik daripada seribu bulan. Maknanya, malam itu adalah malam penuh kebaikan yang agung. Ia lebih baik dari seribu bulan atau lebih bagi orang yang menjalankan salat malam dan aneka ibadah sunah lain dengan penuh keimanan dan mengharapkan pahala.



<more>


Keempat, Tanazzalul malaikatu warruhu fiha biidzni rabbihim min kulli amrin. Pada malam itu para malaikat dan Jibril turun dengan izin Tuhannya untuk mengatur semua urusan. Yaitu, perkara yang telah ditakdirkan oleh Allah untuk tahun itu, seperti rezeki, kematian, kelahiran, dan jodoh. Siapa saja yang memudahkan urusan sesama Muslim, Allah akan melepaskan kesusahannya di hari kiamat. Allah juga akan memudahkannya di akhirat.


Pun, jangan risau bila orang yang dibantu tidak membalas kebaikan kita. Bukankah Allah tidak akan melupakannya.


Kelima, Salamun hiya hatta matlail fajri. Sejahteralah malam itu sampai terbit fajar. Malam yang seluruhnya penuh kebaikan, lantaran setiap kali melintasi orang Mukmin, lelaki atau perempuan, malaikat mengucapkan salam kepadanya.


Demikian, dan semoga kita semua beroleh rahmat dan berkah. Amin.


Dapatkan Update Berita

BERITA LAINNYA