Senin, H / 02 Februari 2026

Tadabur Alam Nasyrah

Kamis 05 May 2022 12:21 WIB

Reporter :EDQP

Potret Saat Acara Berlangsung

Foto: Dokumen Pribadi Mushlihin

Oleh: Mushlihin (Guru SMPN Karanggeneng Lamongan)


ESQNews.id, JAKARTA - Bismillahirrahmanirrahim, dengan menyebut nama Allah Yang Maha Pengasih dan Penyayang kami dapat mentadaburi surah Alam Nasyrah atau Asy-Syarh alias Al-Insyirah. Artinya melapangkan. Surah ke-12 yang diterima Nabi Muhammad ini dimaksudkan untuk menghiburnya. Khususnya kala beliau dirundung putus asa karena dakwahnya diganggu orang kafir. Allah membuka dada dan memberikan pemahaman kepada Muhammad. Surah Makiyah ke-94 ini terdiri 8 ayat.


Ayat pertama, Alam nasyrah laka sadrak. Bukankah kami telah melapangkan bagi kamu dadamu? Pertanyaan penegasan ini dimaksudkan bahwa Allah telah melapangkan wadah hati Muhammad dengan nubuwah dan menjadikannya senang menerima wahyu. Dadanya seluas samudera. Hatinya sedalam sumur. Darinya keluar sumber ilmu. Sikap lapang dadanya berasa lega dan tidak sesak atau menjadi gusar kala bertemu sukar. Selain itu tidak gampang tersinggung, cepat marah dan naik darah. Pun sabar dalam menjalani perintah dan tabah menghadapi masalah serta berupaya mengatasinya. Termasuk tidak bosan mengikuti tadabur Alquran.


Ayat kedua, Wa wadha’na ‘angka wizrak. Dan  Kami telah menurunkan bebanmu. Allah menghilangkan kesusahan-kesusahan Nabi Muhammad dalam menyampaikan risalah. Kemudian Allah menghapuskan dosa Muhammad. Saban kita memiliki beban berat, sedang atau ringan maka dianjurkan berdoa. Ya Tuhan kami, janganlah Engkau bebani kami dengan beban yang berat. Janganlah Engkau pikulkan kepada kami apa yang tidak sanggup kami memikulnya. Maafkanlah kami, ampunilah kami dan rahmatilah kami.


Ayat ketiga, Al-ladzi angqadha dhahrak. Yang memberatkan punggungmu. Yang telah melelahkanmu hingga hampir mematahkan tulang punggungmu. Utamanya berupa dosa yang lalu dan yang akan datang. Lagian sakit punggung juga dapat dialami usai bekerja keras. Hal itu dapat disembuhkan dengan memijitnya seraya membaca, memahami dan mengamalkan surah Alam Nasyrah.


Ayat keempat, Wa rafa’na laka dzikrak. Dan Kami tinggikan sebutan namamu bagimu. Meninggikan derajat dan mengikutkan nama Muhammad dengan nama Allah dalam kalimat syahadat, azan, ikamat, khotbah dan salat. Tujuannya menjadikan taat kepada Nabi dan taat kepada Allah. Muhammad merupakan nabi, rasul, penguasa, intelek, seniman, ayah dan peran lainnya dengan paripurna. Peneliti non muslim pun mengakui Muhammad adalah manusia yang paling berpengaruh di dunia. Nasai meriwayatkan, “Siapa yang bersalawat padaku satu salawat, maka Allah akan bersalawat padanya sepuluh kali, dihapuskan darinya sepuluh kesalahan, dan ditinggikan derajatnya sepuluh derajat."


<more>


Ayat kelima, Fainna ma’al-usri yusra. Maka sesungguhnya bersama kesulitan ada kemudahan. Sesungguhnya bersamaan dengan kesusahan dan kesempitan itu terdapat kelapangan. Alkisah, Saya  gagap teknologi. Saya sulit mengikuti zoom meeting. Saya berusaha belajar kepada ahlinya. Saya numpang wifi madrasah dan balai desa. Seseorang menawarkan bantuan. Ia memasangkan wifi di rumah saya.


Ayat keenam, Inna ma’al-‘usri yusra. Sesungguhnya bersama kesulitan ada kemudahan. Ayat ini diulang lagi. Hal ini menyiratkan bahwa satu kesulitan diberikan dua kemudahan. Jika kita mengerti hal itu, maka janganlah sampai gangguan kaum itu membuat kita takut. Apalagi hal itu menghalangi dari dakwah ke jalan Allah. Karenanya saya berupaya istikamah mengikuti tadabur dengan sharing pemikiran walau satu ayat.


Ayat ketujuh, Fa-iza faragta fansab. Maka apabila engkau telah selesai dari suatu urusan, tetaplah bekerja keras untuk urusan yang lain. Apabila kita selesai berdakwah maka beribadahlah. Apabila kita selesai mengerjakan urusan dunia, maka kerjakanlah urusan akhirat. Apabila telah mengerjakan salat, maka berdoalah. Jika kita tuntas dari pekerjaan dan telah selesai darinya, maka bersungguh-sungguhlah dalam ibadah kepada Rabb. Terus berjuang atau beramal saleh dengan ikhlas dan tawakal. Fastabiqul khairat.


Ayat kedelapan, Wa ila rabbika fargab. Dan hanya kepada Tuhanmulah engkau berharap. Jadikan keinginan dan tujuan kita hanya kepada Allah semata. Mohonlah kepada Allah dengan sepenuh hati. Badai pasti berlalu.


Dapatkan Update Berita

BERITA LAINNYA