Padahal, sejak bangun
tidur hingga tidur lagi begitu banyak kesempatan untuk melatih anak mandiri,
seperti mengambil atau menyimpan handuk, memakai pakaian, menyiapkan bekal dan
perlengkapan sekolah.
Memberi pertolongan
yang berlebihan dengan alasan sayang, akan membatasi anak untuk mengembangkan
dirinya, dan memasung kreativitas anak hingga ia tumbuh menjadi anak yang
senantiasa bergantung.
Oleh karenanya, dibutuhkan kesabaran orangtua memberi kesempatan anak belajar dan menerima risiko yang ditimbulkannya.

<more>
Akan sangat menakjubkan melihat anak-anak usia dini menolak untuk dibantu, dan dengan sigap melakukan segala kebutuhannya sendiri. Bahkan yang lebih menarik lagi, mereka juga senang dengan keterlibatannya dengan pekerjaan rumah tangga.
Ada kalimat menarik yang disampaikan oleh seorang guru, “Orangtua sering kali lebih bangga akan kemampuan anak-anaknya menyelesaikan soal-soal rumit matematika daripada kemampuan dasar, seperti mengikat tali sepatu, dan membereskan tempat tidur. Bagaimana mungkin ia akan mampu menolong dunia, jika menolong diri sendiri saja tidak mampu.”
Mengutip dari Buku Mendidik Karakter dengan Karakter (Ida S. Widayanti)




