ESQNews.id, LAMPUNG - Jika manusia dimuka bumi menyadari bahwa jabatan itu adalah amanah yang besar yang akan dimintai pertanggung jawaban kelak di akhirat, maka tidak akan ada manusia yang mau menjadi pemimpin.
Allah berfirman: “Sesungguhnya Kami menawarkan amanah kepada langit, bumi, dan gunung-gunung. Namun mereka menolak dan khawatir untuk memikulnya. Dan dipikullah amanah itu oleh manusia. Sesungguhnya manusia itu amat zhalim lagi amat bodoh.” (Al-Ahzab 72).
Jika manusia di muka bumi ini betul-betul memikirkan betapa besar tanggung jawab yang dipikul karena suatu jabatan, suatu saat yang pasti akan dimintai pertanggung jawaban di dunia dan di akhirat, mestinya dan menyadari dia akan menolaknya. Sebagaimana langit, bumi dan gunung menolak mengemban amanat besar yang seperti tertulis dalam Al Qur'an Al- ahza ayat 72.
<more>
Para sahabat nabi dan rasul selalu menolak jabatan karena takut dan khawatir keimanan dan kesolehanya akan terkikis oleh fitnah kekuasaan serta timbulnya penyakit hati sombong dan pamer.
Dinamika politik yang terjadi saat ini banyak sekali manusia yang ingin menjadi seorang pemimpin dan memiliki jabatan tinggi, kondisi ini sangat terbalik dengan masa para sahabat, yang begitu enggan bahkan menolak menjadi pemimpin.
Mari kita berdoa semoga kita di jauhkan dari fitnah dunia dari sebuah jabatan. Sungguh bahwa hanya kepadaNya lah kita kembali "Innaa lillaahi wa innaa ilaihi raaji’un".




