ESQNews.id, ACEH - Makam Tengku Di Bitay merupakan komplek pemakaman ulama, guru, pejuang, prajurit Turki. makam ini menunjukkan bukti hubungan erat antara kerajaan Aceh Darussalam dengan Kerajaan Turki dibawah kepemimpinan Sultan Salahuddin. Pada tahun 1520 – 1548 M, pada saat itu Turki mengirim bala bantuan kepada kerajaan Aceh Darussalam untuk melakukan perlawanan terhadap bangsa portugis di selat malaka.

Dilansir dari Anadolu Ajansi, berikut adalah wawancara dari beberapa orang yang
berada di Makam Tengku Dibitay:
“Sehari-hari, saya merawat daan
membersihkan makam yang ada di komplek ini, kami juga memotong rumput yang
sudah panjang. Jumlah makam di komplek ini ada 300 makam, namun kebanyakan
makam berada di luar pagar,” ujar Azimah, Penjaga Makam.
“Kalau merujuk pada sejarah yang ada di komplek makam, ini adalah nisan
peninggalan kerajaan Aceh Darussalam. Menurut Tipologi, makam ini diperuntukkan
bagi kaum bangsawan dan juga ulama yang ada di kerajaan Aceh Darussalam. Ada
beberapa nisa di priode awal kerajaan yakni pada abad ke 16 Masehi, ada juga
nisa pada pertengahan abad ke 17 dan abad ke 19,” kata Mizuar, Ketua Masyarakat
Peduli Sejarah Aceh (MAPESA).

“Untuk saya pribadi sebagai mahasiswa di Turki, kunjungan kemakam ini membuka
pengetahuan saya tentang hubungn Aceh dengan Turki yang sangat erat. Turki
pernah membantu Aceh pada masa kerajaan dulu,” ungkap Jihan Ashila Zahrania,
peziarah.





