ESQNews.id - Demi meneguhkan spiritualitas kepada jajaran Kementerian Agama Republik Indonesia, di bawah pimpinan Menteri Lukman Hakim Saifuddin pada 2014 lalu meluncurkan lima nilai budaya kerja Kementerian Agama yang dirancang bersama ESQ.
Lima Nilai budaya Kerja ini diharapkan konsisten diimplementasikan, yaitu (1) Integritas; (2) Profesionalitas; (3) Inovasi; (4) Tanggung jawab; dan (5) Keteladanan.
Menurut Maslow (Maslow, Stephens, & Heil, 1998), spritualitas dalam dunia kerja menjadi amat penting karena terkait dengan makna hidup dalam bekerja. Duchon dan Plowman (2005) menyebut spritualitas seorang pekerja yang baik akan menghasilkan kinerja yang baik pula.
Proses perumusan Lima Nilai Budaya Kerja Kemenag ini pun tidak serta merta dengan mudah dibuat. ”Kami harus menyelesaikan program yang sangat berat namun dapat menjadi tolok ukur yang diinginkan. Ini sebuah kepercayaan dari Pak Menteri Agama. Pertama menyiapkan mapping mindset di Kemenag. Kemudian Focus Group Discussion (FGD). Maka akan lahir DNA reformasi birokrasi secara moral dan kultural,” ungkap Ary seusai peluncuran Lima Nilai Kerja di Kantor Kemenag, Jakarta, Kamis (06/11/2014) dikutip dari Koran Sindo.
Sebelumnya pun, Menag Lukman Hakim Saifuddin juga sudah lama berkolaborasi dengan ESQ terkait peningkatan kapasitas pribadi SDM di kementeriannya. Seperti pesan yang ia sampaikan menjelang demisioner jabatannya pada akhir 2010.




