Oleh: Mushlihin
ESQNews.id, LAMONGAN - Dengan nama Allah Yang Maha Pengasih dan Penyayang. Tiada Tuhan selain Allah. Segala puji bagi Allah yang menciptakan semua alam dan mengembalikan ruh kepada jasadnya di hari kiamat. Rahmat dan salam semoga terlimpah pada Nabi Muhammad, penutup para Nabi dan seutama-utama utusan serta pada keluarga dan pengikutnya.
Saya berwasiat. Wahai orang yang beriman. Bertakwalah kepada Allah dengan sebenar-benar takwa. Janganlah mati kecuali dalam keadaan muslim (QS Al Imron 102).
Allah berfirman dalam surat An Naziat ayat 1-2. Malaikat mencabut nyawa orang kafir dengan keras dan kasar. Sementara malaikat mencabut nyawa orang beriman dengan lemah lembut, mudah dan gampang.
Umar RA berkata, "Ia duduk bersama Rasulullah. Seorang pria, putih pakaiannya, bersih rambutnya, dan tiada yang mengenalnya datang dan bersimpuh serta menanya. "Hai Muhammad terangkan kepadaku tentang Islam?"
Nabi menjawab, "Islam ialah engkau bersyahadat, salat, zakat, puasa dan haji."
Pria itu berkata, "Engkau Benar!"
Pria itu menanya pula, "Terangkan padaku tentang iman!"
Nabi menjawab, "Iman ialah engkau percaya kepada Allah, malaikat, kitab, Rasul, kiamat dan takdir baik atau buruk."
Kita wajib percaya kepada Tuhan. Dia menciptakan, tiada yang menyamai, Maha Esa, hidup, mendengar, melihat, berkuasa, menghendaki, sempurna, dan suci. Allah tidak menyuruh kita membicarakan hal yang tidak tercapai oleh akal.
Kita wajib percaya kepada malaikat. Dia bersayap 2-4, dimuliakan, tidak menentang, patuh, tidak makan, minum, nikah, tidur, dan tiada henti mengkhususkan Tuhan.
Selain itu malaikat gerak cepat, berlomba melaksanakan perintah dan bertugas mencatat amal manusia (QS An Naziat 3-5). Para Nabi melihat rupanya. Kita tidak dituntut mengetahui hakikat malaikat.
<more>
Kita wajib percaya kitabullah. Misalnya Zabur kepada Dawud, Taurat kepada Musa, Injil kepada Isa, dan Qur'an kepada Muhammad. Al-Qur'an adalah firman Allah terakhir yang memuat syariat, budi luhur dan kesempurnaan hukum.
Kita wajib percaya kepada Rasul. Rasul memberi petunjuk umat manusia, pembawa berita gembira dan peringatan. Rasul juga makan, minum dan pergi ke pasar, namun diberi wahyu.
Rasul orang yang jujur, terpercaya, tabligh, cerdas, memahami dan memahamkan. Rasul mengalami yang biasa dialami orang lain. Nama rasul ada dalam Al-Qur'an. Di antaranya Adam, Idris, Nuh, Hud, Salih, Ibrahim, Ismail, Ishaq, Yaqub, Yusuf, Lut, Ayub, Suaib, Musa, Harun, Dzulkifli, Dawud, Sulaiman, Ilyas, Ilyasa, Yunus, Zakaria, Yahya, Isa, dan Muhammad.
Allah memberi mukjizat untuk menundukkan lawan. Api tak membakar Ibrahim. Tongkat Musa menjadi ular. Isa menghidupkan orang mati.
Kita wajib percaya kiamat, kebangkitan dari kubur, Padang Mahsyar, pemeriksaan, pembalasan, neraka dan surga.
Kita wajib percaya qadha dan qadar. Allah menciptakan dan mengatur kejadian. Segala yang dilakukan manusia atas kehendaknya. Manusia hanya dapat berikhtiar.
Inilah pokok akidah. Siapa yang mendengar dan mengikuti hukum Allah pasti berbahagia (An Nur 51). Sebaliknya orang yang tidak mengikuti jejak Rasulullah dan sahabat pasti tersesat (HR Tirmidzi).
Abu Hurairah berkata. Rasulullah bersabda. Yahudi terpecah menjadi 71, Nasrani 22 dan Islam menjadi 73 golongan. Anak bersetubuh dengan ibu. Semuanya masuk neraka. Kecuali satu aliran. Mereka yang mengikuti jejak Rasulullah dan sahabat.
Akhirnya kita memohon kepada Allah keyakinan yang kuat dan keteguhan menjalankan agama.





