ESQNews.id, JAKARTA - Pernah merasa sakit dan bertanya, kenapa harus sampai sejauh ini?
Ibarat sebutir pasir yang masuk ke dalam tubuh kerang.
Perih, mengganggu, dan tidak nyaman.
Namun kerang tidak membuangnya.
Hari demi hari, tahun demi tahun, luka itu dibungkus perlahan hingga akhirnya berubah menjadi mutiara.
Begitu pula dengan hidup.
Tidak semua penderitaan datang untuk menghancurkan.
Sebagian justru sedang membentuk sesuatu yang berharga di dalam diri.
Puasa mengajarkan cara bertahan.
Menahan lapar, menahan emosi, menahan reaksi.
Bukan menekan rasa, tetapi memberi ruang agar luka dibungkus dengan sabar dan keikhlasan, bukan dengan amarah.
Jika hari ini terasa perih, bersabarlah.
Bisa jadi melalui proses itu, Allah sedang menumbuhkan mutiara yang indah di dalam jiwamu.