ESQNews.id, JAKARTA - Bagaimana mereka bisa mencabut ratusan nyawa dalam satu waktu? Inilah penjelasan dari Ustadz Ammi Nur Baits:
- Manusia seringkali mempertanyakan hal yang ghaib, yang
tidak mampu dijangkau akal pikirannya. Mereka bertanya demikian, karena
dibenturkan dengan analoginya yang hanya bisa menjangkau kehidupan di dunia
ini. Padahal jika mereka menggunakan prinsip pasrah, tentu mereka bisa
menyimpulkan bahwa logika alam dunia dengan logika alam ghaib itu berbeda,
sehingga tidak mungkin dianalogikan.
Ketika kita mendapatkan informasi dari syariat bahwa ada malaikat yang bertugas mencabut nyawa manusia, yang harus kita lakukan adalah mengimani dan meyakininya dengan sepenuh hati. Tanpa perlu mempertanyakan, bagaimana cara malaikat itu mencabut ratusan nyawa dalam satu waktu?
Sementara masing-masing tentu butuh proses. Karena Allah Maha Kuasa untuk memberikan kemampuan kepada malaikatnya untuk melakukan hal itu.
<more>
Inilah yang disebut prinsip taslim, pasrah terhadap dalil. Dan prinsip ini yang ditekankan para ulama masa silam. Imam Ahmad dalam Ushul Sunnah mengatakan,
“Dalam sunah (ajaran Nabi) tidak ada perbandingan, tidak boleh dibenturkan dengan perumpamaan, tidak bisa dijangkau akal dan hawa nafsu. Yang ada hanyalah mengikuti dan meninggalkan hawa nafsu.” (Ushul Sunnah) - Penjelasan sisi ghaib
berdasarkan riwayat dari Mujahid
Al-Qurthubi dalam tafsirnya mengatakan,
Diriwayatkan dari Mujahid bahwa dunia di hadapan malakul maut, layaknya sebuah piring di depan seorang manusia. Dia bisa mengambil sesuai yang dia kehendaki (Tafsir al-Qurthubi, 14/94).





