ESQNews.id, JAKARTA – “Bulan ramadhan adalah musim taat. Musim
ini seperti pasar sebelum tutup ada yang untung dan ada yang rugi. Pada dasarnya
gak ada orang yang masuk pasar trus keluar gak beli apa-apa. Merasa rugi karena
barang yang dijual di pasar itu free, yang mahal dijual murah. Barang apapun
bisa ambil, ada berkah, rahmat hidayah, maghfirah,” demikian yang dijelaskan Syekh
Muhammad Jaber kepada 500 partisipan yang bergabung dalam Forum Ngaji Bareng
Online (NBO) pada Sabtu (24/4/2021) via Zoom Meeting.
NBO, sebuah group yang didirikan oleh Muhammad Hasanuddin
Thoyieb (Founder NBO) bersama Rektor Undira yakni Prof. Suharyadi, sejak awal
pandemic Covid-19. Kajian itu dilakukan setiap pagi ba’da Subuh.
Pria berjubah putih itu menegaskan bahwa di Bulan Ramadhan inilah kesempatan kita bisa dibebaskan dari api neraka.

“Kata Nabi SAW khusus di bulan ramadhan, setiap malam Allah
bebaskan hambaNya dari api neraka. Kita tidak tahu kapan kita dibebaskan. Apakah
di hari pertama, kedua, ketiga sudah dibebaskan Allah? Apa artinya kita
dibebaskan dari api neraka? Artinya kita sama-sama mendapatkan sertifikat di
bulan suci ramadhan sebaga ahli surge.”
Pendapatnya, jika kita sudah dinyatakan lulus dan dapat sertifikat tak mungkin Allah cabut lagi. Untuk itu, inilah kesempatan kita semua memaksimalkan ibadah di bulan suci ramadhan. Misalnya sedekah semaksimal mungkin, shalat setiap malam, karena setiap malam Allah bebaskan hambaNya dari api neraka.
“Kata Nabi Muhammad, barang siapa yang mengerjakan shalat qiamullail di bulan ramadhan, akan diampuni segala dosanya, semua dosa masa lalu diampuni Allah.”




