Sesekali dengan persetujuan orangtuanya, Aisha dan Zaidan mengajak
adik-kakak itu menginap. Jika liburan, keluarga Aisha juga mengajak mereka
pergi ke tempat wisata.
Ayah Aisha memotret Dudi dan Dini, serta mencetak foto
mereka untuk dibawa pulang. Orangtua Dudi dan Dini sangat senang karena di
gubuk yang beralas tanah itu tak ada foto mereka.
Aisha dan Zaidan belajar banyak dari Dudi dan Dini. Aisha diajari
oleh Dini main lompat tinggi dengan karet gelang.

Aisha kagum pada Dini karena berhasil memiliki karet yang
panjang dari hasil mengumpulkan sendiri, sedangkan Aisha membelinya di pasar.
Zaidan diajari Dudi bagaimana cara memancing ikan dan
menangkap belut. Zaidan juga kagum karena Dudi bisa memakai tas bagus padahal
tas itu ditemukan di tempat sampah kemudian dibersihkan dan diperbaiki oleh
Dudi.
Aisha dan Zaidan memiliki banyak koleksi buku, ada enam lemari. Dudi dan Dini diperbolehkan meminjam buku-buku tersebut. Sesekali, ibu Aisha juga mengajari mereka pelajaran sekolah.
Meski Dudi dan Dini tidak pernah memainkan anjing lagi, namun tetap ada tetangga yang mengolok-olok mereka. Katanya, Dudi dan Dini sekarang ‘belagu’ karena berteman dengan orang kaya. Walaupun Dudi dan Dini tidak merasa demikian.
(Mengutip dari Buku Mendidik Karakter dengan Karakter karya Ida S Widayanti)




