Senin, H / 02 Februari 2026

Adzan Memasukkan Penggembala ke Surga

Selasa 22 Aug 2023 17:36 WIB

Author :Kontributor

Potret

Foto: Dokumen Pribadi Mushlihin

Oleh : Mushlihin

(Guru SMPN 1 Karanggeneng Lamongan)


ESQNews.id, LAMONGAN - Wahai orang yang beriman, jika seorang muadzin telah memanggil untuk shalat Jumat maka bersegeralah menuju masjid. Tinggalkan jual beli atau pekerjaan rutin. Sebab itu lebih baik jika kalian mengetahui (Al Jumuah :9).


Umat Islam yang mendengar adzan, disunnahkan untuk mengulangi kalimat adzan yang sama setelah muadzin selesai melantunkannya. Allahu akbar dijawab dengan Allahu akbar. Asyhadu an laa ilaaha illallah dijawab dengan Asyhadu an laa ilaaha illallah. Asyhadu anna muhammadar rasulullah dijawab dengan Asyhadu anna muhammadar rasulullah. Adapun dalam kalimat hayya alash shalah dan hayya alal falah, maka diucapkan laa haula wa laa quwwata illa billah. Tiada daya dan upaya kecuali dari Allah.


Kemudian sesudah adzan bacalah “Allahuma rabba hadzihid da’wati at-taammah, was-shalatil qaaimah, aati muhammadanil wasiilata wal fadlilah, wab’ashu maqamam mahmudan alladzi wa’addahu.” (Ya Allah sang pemilik panggilan yang sempurna ini, pemilik salat yang didirikan, maka berikanlah wasilah dan keutamaan kepada Muhammad, serta bangkitkanlah dia di tempat yang mulia seperti yang telah engkau janjikan).


<more>


Bukhari meriwayatkan, “Siapa saja yang menjawab adzan, maka orang itu pasti mendapatkan syafaat Nabi Muhammad kelak di hari kiamat.” Muslim pun meriwayatkan, ia akan masuk surga asal timbul dari keikhlasan hatinya. La ilaaha illallah min qalbihi dakhalal jannah.


Sebelum disyariatkan adzan, umat Islam bingung ketika mau shalat. Ada yang mengusulkan untuk membunyikan lonceng seperti Nasrani. Ada yang berpendapat lebih baik menabuh genderang seperti kaum Yahudi. Lalu Umar bin Khattab berkata: “Mengapa kita tidak meminta seseorang untuk berteriak memanggil orang untuk shalat?” Rasulullah bersabda. Wahai Bilal, berdirilah dan panggilah umat Islam untuk shalat (HR. Bukhari).


Selain itu Abdullah bin Zaid berkata: Ketika Rasulullah memerintahkan memukul lonceng untuk mengumpulkan orang yang mau shalat, Abdullah bermimpi, Ia melihat lelaki membawa lonceng dan mengelilinginya. Abdullah bertanya, "Adakah engkau menjual lonceng itu?" Lelaki itu menanyakan "Akan kau pergunakan untuk apa?


Lalu Abdullah menjawab, "Untuk memanggil orang mau shalat."


Lelaki itu berkata, "Bagaimana kalau aku tunjukkan sesuatu yang lebih baik (lafal adzan yang digunakan sekarang)?


Abdullah menjawab, "Baiklah!"


Pada pagi harinya Abdullah datang kepada Rasulullah dan memberitahukan mimpinya. Rasulullah bersabda: Sungguh itu adalah impian yang benar. Pergilah bersama Bilal dan ajarkanlah kepadanya. Sebab suara Bilal lebih nyaring dari padamu.


Selanjutnya Anas bin Malik berkata, "Rasulullah bersabda: Doa tidak akan ditolak di antara adzan dan qamat. Addu’aau la yuraddu bainal adzan wal iqamat. Karenanya jangan disia-siakan."


Lebih dari itu Uqbah bin Amir berkata. "Aku mendengar Rasulullah bersabda:. Tuhan sangat memuji kepada penggembala kambing di gunung yang adzan dan shalat karena takut kepada Allah. Ia diampuni dan dimasukkan ke Surga."


Alhasil jangan enggan menjadi muadzin apalagi tidak menjawab adzan.


Dapatkan Update Berita

BERITA LAINNYA