Tak ada rahasia untuk menggapai sukses. Sukses itu dapat terjadi karena persiapan, kerja keras, dan mau belajar dari kegagalan - Gen Collin Powel
ESQNews.id, JAKARTA - Pembentukan budaya baru juga dilakukan dengan melibatkan peran aktif dari para Agent of Change (AoC).
Empat peran yang dilakukan oleh para Agent of Change, sesuai dengan peran utama mereka untuk melakukan akulturasi values baru untuk membentuk good corporate culture (GCC) atau desired culture di dalam perusahaan. Berikut ini empat peran Agent Of Change dalam transformasi budaya yaitu:
Pertama
Sebagai obat: nilai-nilai yang telah dikuasai oleh Agent of Change akan tersebar secara adaptif dalam pekerjaan dan interaksi antar karyawan di lingkungan perusahaan, untuk menjadi penyembuh dari budaya sebelumnya yang ingin diubah.
Kedua
Sebagai vitamin: nilai-nilai yang dikuasai oleh Agent of Change akan membangkitkan energi baru di dalam dirinya secara internal, untuk menjadi panutan bagi kawan-kawannya dalam bekerja.
Ketiga
Sebagai katalis: nilai-nilai yang telah didalami oleh para Agent of Change ini kemudian akan menjadi shared values atau nilai bersama sebagai sebuah organisasi sistemik . Mampu menghasilkan daya kerja dan performa kerja yang bersifat eksponensial, sebagai hasil dari akselerasi yang terjadi sebagai hasil transformasi budaya.
Keempat
Sebagai pelumas: Agent of Change akan menghaluskan proses masuknya nilai-nilai ideal untuk membentuk budaya baru, dengan meminimalisir konflik dan mencegah terjadinya gegar budaya di antara karyawan dan manajemen.

<more>
Memberikan Training kepada sebuah korporasi sama seperti halnya mengobati seseorang.
Maka harus periksa laboratorium dan memberikan analisa yang tajam dan mendalam sebelum memberikan obat. Sehingga tidak salah obat.
Begitu juga yang dilakukan ACT Consulting dan ESQ. @actconsulting.co adalah laboratorium SDM dan @esqtraining adalah obat dan solusinya.
"Saya sedang menberikan hasil pemeriksaan laboratorium dari 44.000 pegawai BRI kepada Human Capital Director Pak Herdy Harman. Apakah perusahaanmu, organisasi, atau instansimu pernah check lab kesehatan Budaya Kerja ( corporate culture ) ke @actconsulting.co?," tanya Ary Ginanjar dalam IG nya pada (6/11)




