ESQNews.id, JAKARTA - Ulama pimpinan pondok pesantren Daarut Tauhid, KH. Abdullah Gymnastiar menyampaikan pesan menjaga persatuan Indonesia. Pria yang akrab disapa Aa Gym ini mengatakan betapa pentingnya persatuan tersebut tercermin dalam Reuni Aksi Damai 212 pada Ahad (2/12) kemarin.
"Kenapa orang mau berkumpul? nabung jauh-jauh, berbondong-bondong orang, penuh dengan semangat, keteduhan, kasih sayang dan menjaga," ujar dia saat menjadi narasumber di sebuah talkshow stasiun tv, Selasa (4/12).
Aa Gym juga mengatakan, ajang Reuni Aksi Damai 212 tersebut menjadi pembuktian bahwa umat Islam Indonesia adalah umat yang santun dan damai. Reuni tersebut, kata dia, mematahkan pendapat-pendapat yang mengatakan umat Islam di Indonesia terpapar radikal, intoleran dan anti pancasila.
"Saya sebagai anak bangsa dan juga beragama islam. ada satu kepedihan ketika mengatakan radikal, seolah itu terhujam pada diri kami. Kenapa, padahal kami itu begitu mencintai negeri ini," jelas dia.
Kemudian Aa Gym juga berpesan pada para Ulama agar menjadi penyejuk umat. Pewaris para nabi, kata dia, semestinya memberikan hal yang baik untuk umat dan menyatukan umat.
Di akhir kata, Aa Gym mengimbau agar Pilpres 2019 tidak digunakan untuk ajang perpecahan. Melainkan harus dimaknai sebagai ajang untuk berlomba-lomba dalam mengerjakan kebaikan.




