ESQNews.id, JAKARTA - Sekitar 45 peserta menghadiri training ESQ 3.0 Coaching Certification Camp angkatan ke 11 di Aston Sentul Lake Resort & Conference Center yang berlangsung Senin-Jumat, 20-24/1. Ini merupakan training coaching perdana di tahun 2020. Selain dari Jakarta, peserta datang juga dari berbagai daerah, seperti Aceh, Manado, Palangkaraya, Malang bahkan Malaysia dan Belanda. Angkatan 11 ini merupakan angkatan dengan peserta terbanyak, bahkan sebagian terpaksa waiting list menunggu angkatan berikutnya.
Peserta juga beragam, dari mulai profesional, pebisnis, dosen, guru, mahasiswa. Demikian juga rentang usia dari yang masih 19 sampai 80 tahun. Yang unik ada yang hadir tiga generasi nenek, ibu, dan anak perempuan.
<more>
Founder ESQ Dr. HC. Ary Ginanjar Agustian menyatakan rasa bahagianya apresiasi pada para peserta. Menurut Ary, semakin banyak yang belajar menjadi coach akan semakin banyak yang membantu menyelesaikan masalah sesama dengan cara yang memberdayakan.
“The art of coaching karena solusi datang dari coachee sehingga coachee memiliki komitmen tinggi terhadap solusi dan langkah-langkah yang akan diambil,” ujar Ary.
Coach Huda, master trainer 3.0 Coaching menjelaskan bahwa ada tiga mindset yang harus dimiliki seorang coach. Pertama, ‘Manusia adalah masterpiece Allah’. Bukan diri yang tidak sempurna tapi cara berpikirnya membuat dia tidak sempurna.
Kedua, ‘Thing no change, we change’. Bahwa setiap orang harus memegang kendali hidupnya. “Pegang remote control hidup dan kebahagiaan, jangan orang lain yang memegang dan menentukan kebahagiaan kita.
Ketiga, ‘Start from the coach’. Semuanya bermula dari Coach. Temukan Grand Why. Apa alasan yang membuat seseorang menjadi coach, harus memiliki misi hidup yang jelas.
“Don’t find a job. Find a mission!” ujar Coach Huda.